abdahdelphi.blogspot.com

Minggu, 17 Oktober 2010

Kujungan Ahmadinejab disambut hangat oleh Penduduk Libanon


Beirut, (tvOne)
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad disambut bagai pahlawan setibanya di Libanono dalam sebuah kunjungan resmi, Rabu (13/10). Kedatangannya disambut dengan taburan beras dan helai bunga mawar oleh puluhan ribu pendukung Hizbullah
Dilaporkan AFP, para pendukungnya berbaris di jalan-jalan dan melambaikan bendera Iran saat rombongan kendaraan Ahmadinejad melintas di jalan dari bandar udara ke istana presiden.
Tak heran bila Ahmadinejad dianggap pahlawan di negara itu. Sebelumnya, ia sempat memuji perlawanan Libanon atas agresi yang diluncurkan militer Israel. Kunjungan dua hari Presiden Iran itu dipandang sebagai dorongan bagi gerakan pejuang Syiah Hizbullah.

Di dalam satu taklimat dengan timpalannya dari Lebanon Michel Sleiman, Ahmadinejad memuji aksi perlawanan Hizbullah terhadap rezim Zionis dan menawarkan dukungan negaranya untuk tujuan itu.
"Kami sepenuhnya mendukung perlawanan rakyat Lebanon terhadap rejim Zionis dan kami mengingini kemerdekaan penuh wilayah yang dijajah di Lebanon, Suriah serta Palestina," katanya.

"Selama agresi Israel masih ada di wilayah ini, kita takkan menyaksikan kestabilan," katanya.
Ahmadinejad kemudian tampil di pertemuan terbuka di wilayah yang dikuasai Hizbullah di bagian selatan Beirut. Ia melambaikan tangan ke arah puluhan ribu orang yang sudah berkumpul sebelum duduk di sebelah wakil panglima kelompok pejuang Libanon tersebut, Naim Qassem.

Sambil meneriakkan "mati lah Amerika" dan "mati lah Israel", para pendukung Hizbullah berbondong-bondong menyambut Ahmadinejad, yang negaranya menjadi salah satu pendukung ideologi, militer, dan keuangan utama bagi kelompok Syiah Libanon itu.

Amerika Serikat dan Israel justru menganggap kunjungan Ahmadinejad tersebut sebagai tindakan provokatif dan menjadi bukti dukungan atas transformasi Lebanon jadi negara ekstrem.

"Kami menolak setiap upaya untuk merusak kestabilan atau mengobarkan ketegangan di dalam Lebanon," kata Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Rabu, di Kosovo.

"Kami berharap tak ada pelancong yang akan melakukan apa pun atau mengatakan apa pun yang akan memberi alasan bagi ketegangan lebih besar atau ketidakstabilan di negeri itu," katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar