abdahdelphi.blogspot.com

Selasa, 12 Oktober 2010

Orang Tua Rachel Corrie tuntut Pemerintah Israel Atas Pembunuhan 3 Tahun Lalu




YERUSALEM - Orangtua dari aktivis Amerika Serikat (AS) yang tewas dilindas bulldozer tujuh tahun lalu, saat berusaha menyelamatkan sebuah rumah milik warga Palestina, menuntut keadilan kepada pihak Israel yang dianggap bersalah.
Orangtua Rachel Corrie hingga kini belum melihat prajurit atau komandan dari prajurit yang melakukan insiden tersebut diadili.

Kedua orangtua Rachel Corrie sudah bertahun-tahun lebih untuk meminta permohonan maaf dari militer Israel. Mereka juga ingin menyaksikan secara langsung pelaku pembunuhan anak mereka diadili di pengadilan.

Mereka menghadapi kekecewaan besar pekan lalu saat hakim di Israel menolak salah satu permintaan mereka. Sementara prajurit Israel yang menjadi pengemudi dan komandannya, dijadwalkan untuk memberikan kesaksian mereka di pengadilan sipil Israel beberapa pekan ke depan. 

Hakim sendiri memerintahkan kedua tersangka tersebut akan menjalani pemeriksaan secara tertutup saat dimintai keterangannya. Sementara identitas keduanya hingga saat ini masih dirahasiakan.

Pihak keluarga juga telah menyampaikan petisi kepada pihak Mahkamah Agung untuk menolak keputusan pengadilan. Mereka ingin bertemu dengan pengemudi bulldozer bersama dengan komandannya secara langsung, agar kedua tersangka mengerti perasaan mereka sebagai orangtua yang kehilangan putri tercintanya.

"Kami berusaha untuk tetap membuka pikiran kami mengenai masalah ini," ungkap Craig Corrie seperti dikutip Associated Press, Selasa (12/10/2010).

"Saya ingin memahami orang-orang ini (pelaku). Saya ingin tahu mengapa hal ini dapat terjadi," cetus Corrie.

Rachel Corrie tewas terbunuh pada 16 Maret 2003 saat menghadang bulldozer milik militer Israel yang berusaha untuk menghancurkan rumah milik seorang warga Palestina. 
Menurut penyelidikan pihak militer Corrie bersembunyi digundukan tanah dan menyatakan kematiannya sebagai insiden kecelakaan. Pengemudi dan komandannya tidak didakwa ataupun diadili dalam kasus ini.

Hingga saat ini pun belum ada satu orang pun yang dibawa ke pengadilan untuk diadili. Saat insiden tersebut terjadi Corrie baru berusia 23 tahun dan turut serta sebagai aktivis International Solidarity Movement, sebuah organisasi pro-Palestina. 
Rekan sesama aktivis yang berada di lokasi kejadian saat itu menilai, jika Rachel Corrie dibunuh secara sengaja oleh militer Israel.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar